Jumat, 04 November 2011

PENGENALAN KEPADA KEUSAHAWANAN

DEFINISI USAHAWAN
1.Usahawan diambil daripada perkataan entreprendre dalam bahasa Perancis yang bermaksud between-taker atau go between, iaitu seseorang yang sanggup memikul atau mencuba sesuatu.
2. Usahawan menurut kamus dewan berasal daripada perkataan usaha yang bermaksud daya usaha, ikhtiar, kegiatan, atau pekerjaan untuk melaksanakan atau menyempurnakan sesuatu pekerjaan.
3. Menurut Richard Cantillon (1725), usahawan ialah seseorang yang sanggup memikul tugas atau mencuba sesuatu. Usahawan ialah pengambil risiko.
4. Menurut Adam Smith (1776) dalam Wealth of Nationnya, usahawan dianggap sebagai individu yang membentuk organisasi bagi tujuan komersial. Mereka berpandangan jauh dan berupaya mengenal pasti potensi permintaan terhadap produk dan servis.

Rabu, 02 November 2011

VIRUS UKHUWAH

Pertemanan dan persahabatan tentu suatu keniscayaan bagi kita, makhluk sosial. Demi keberlangsungan hubungan ini, perlu nilai-nilai moral –yang pada dasarnya ada dalam Islam- agar tercipta keharmonisan. Pada kaidah falsafah, harmoni lahir karena perbedaan. Tentu, perbedaan yang saling menghormati dan saling menjaga. Alunan orchestra yang terdiri dari berbagai macam alat musik dengan nada yang berbeda, bisa menghasilkan karya yang luar biasa karena mereka sepakat dalam nilai dan aturan yang menaungi mereka. kapan biola harus ‘menampilkan dirinya’, violin tidak sombong dan memberikan persembahan terbaiknya saat waktunya tiba. Begitu juga dengan alat musik lainnya. Maka, kita dalam pertemanan (dan persahabatan) juga harus begitu

‘ADAMUL HIQDI WAL HASAD

Pokok bahasan:
Makna al hiqdu wal hasad
Hukum al hiqdu wal hasad
Tercelanya al hiqdu wal hasad
Sebab-sebab munculnya al hiqdu wal hasad
Tingkatan-tingkatan al hiqd wal hasad
Akibat dari al hiqdu wal hasad
Terpujinya meninggalkan al hiqd wal hasad
Kiat menghilangkan al hiqd wal hasad

Alhiqdu (dengki) dan Hasad (iri) adalah sifat tercela, umumnya diawali dengan marah yang berlebihan. Marah ada pangkal hiqd dan hasal. Kita harus menghindari marah karena bisa menjadi pangkal kebencian.
Al-hiqdu menurut Imam Al-Ghazali, dalam kitabnya Ihya ulumuddin, adalah hati yang selalu diliputi marah, enggan untuk menghilangkannya sehingga melekat dalam dirinya. Al-hiqdu membuat hati seseorang selalu gelisah terhadap orang yang didengki, sehingga melahirkan penyakit al hasad yang hatinya selalu tidak senang terhadap nikmat yang didapat orang lain, berharap nikmat tersebut hilang darinya atau membenci orang yang mendapatkan kenikmatan dan bergembira jika musibah menimpa diri orang yang dihasadnya.

HUKUM AL-HIQD WAL HASAD
Hukum al-hiqdu dan al-hasad adalah

Minggu, 08 Mei 2011

Telaga Hati Pejuang Muda

ADS memang lebih
Lebih dulu tahu
Lebih dulu tarbiyah
Lebih dulu berkecimpung di lahan dakwah
Lebih dulu sibuk
Lebih dulu merasa sombong
Terlebih di kampus

ADS
Walau telah tarbiyah
Namun, tidak ada yang bisa menjamin
Hati mereka tetap ikhlas, tetap istiqomah
Tetap bersahaja

Dakwah sekolah. Menggiurkan. Menggiurkan pahala dan pengalamannya bagi yang penasaran dan pada akhirnya memahami urgensi dakwah sekolah. Siswa sebagai subjek dan objeknya. Lingkungan sekolah sudah barang tentu sebagai objeknya. ADS berperan dalam mewarnai sesama siswa, guru, dan lingkungan sekolah secara umum. Mereka mewarnai objeknya agar menjadi lebih islami, tentu dengan nilai-nilai Islam yang universal. Mereka penggerak berbagai kegiatan. Mereka mengadakan mentoring, ta’lim, hiking, outbound, Annisa’ zone, dll. Mereka berkreasi, berorganisasi, dan menjadi contoh bagi teman-temannya. Harusnya begitu. Memang, sebagian besar sudah begitu.

Sekitar 3 tahun, mereka ditempa dan dibiarkan berkreasi. Pada saat-saat akhir, mereka mulai membina adik-adiknya. Saat dinyatakan lulus, mereka merasa sedih karena menyudahi aktivitas di sekolah. Mereka pun memasuki ruang baru, kampus.
Sejatinya, mereka tidak begitu canggung di lingkungan baru. Mereka langsung bisa berinteraksi dengan orang yang baru dikenal. Mereka pun dilirik ADK. Mereka bertemu ADK. Mereka mendapat treatment khusus dari ADK. Mereka, menjadi masyarakat kampus.
Perkuliahan berlangsung. Mereka, ADS, umumnya masih diamanahkan di sekolah untuk mengayomi adik-adiknya. Mereka, umumnya, semakin diamati ADK. Beberapa sudah diajak mengikuti kegiatan di kampus, baik di fsi, hima, bem, dll. Saat masanya tiba, mereka diamanahi di beberapa lini ladang amal. ADK juga memproyeksikan mereka untuk amanah selanjutnya. ADK, walaupun sibuk menggarap objeknya, menaruh harapan besar pada ADS. ADK tentu berharap ADS bisa mengajak teman-temannya ke berbagai acara fsi di kampus. ADK tentu berharap ADS di kampus bisa menjadi perpanjangan tangan mereka. Namun, ADK juga harus mengerti, bahwa banyak ADS yang masih diamanahi di dakwah sekolah. ADK juga tidak bisa terus menanamkan pikirkan bahwa ketika di kampus, ADS harus fokus ke kampus saja. Sejatinya begitu.

ADS harus paham bahwa mereka telah paham sedikit banyak karena mereka telah berkecimpung dalam dakwah. ADS bisa menempatkan diri. Ketika di kampus, ya ikuti flow kaderisasi kampus jika tidak bentrok dengan ‘acara sekolah’. Saat harus mengikuti beberapa training dari kampus untuk mereka, mahasiswa tahun awal, ya ikuti jika memang sedang tidak ada agenda yang urgent. Intinya, saat ada beberapa hal yang harus kita jalani, selagi tidak menghambat gerak kita ‘di sekolah’, maka ikuti saja. toh, kegiatan di kampus juga untuk up date dan up grade kemampuan diri. Termasuk saat diberi amanah di kampus. Tentu harus dikomunikasikan dengan MR dan beberapa rekan di dakwah sekolah. Selagi amanah ‘di sekolah’ tidak terganggu, selagi kita dibutuhkan di kampus, selagi kita bisa memanajemen diri, maka jalani.

Beberapa hal yang sangat sederhana ini mungkin kadang kita lupakan. ADS seharusnya tidak merasa lebih tahu, lebih paham, lebih berpengalaman, hingga mereka merasa gerah ketika diayomi ADK. ADS seharusnya tidak boleh nakal saat ada beberapa alur yang harus dilalui ‘di kampus’. ADS seharusnya bisa menjadi teladan bagi rekan-rekan dan adik-adiknya. Dan, tentu ADK harus memahami posisi ADS di dua tempat, sekolah dan kampus.

Tulisan ini sebagai pengingat, introspeksi, terkhusus untuk penulis dan untuk semua. Tulisan ini tidak bertujuan untuk bersombong diri atau menghakimi. Semoga niat dan hati kita selalu terjaga dan diperbarui agar ikhlas dalam dakwah ini.

Jumat, 15 April 2011

Pengukuran dan Penanggulangan Risiko

Metode Pengidentifikasian Risiko
1.Menggunakan daftar pertanyaan/kuesioner
2.Menggunakan laporan keuangan: menganalisis neraca, laporan pengoperasian, dan catatan pendukung lainnya.
3.Observasi/pemeriksaaan langsung ke lokasi
4.Mengadakan interaksi dengan departemen/bagian perusahaan
5.Mengadakan interaksi dengan pihak luar: perusahaan lain, akuntan, penasehat hukum, konsultan manajemen, dll.
6.Melakukan analisis terhadap kontrak-kontrak yang telah dibuat
7.Membuat dan menganalisis catatan/statistik tentang data-data kerugian-kerugian yang pernah diderita
8.Melakukan analisis lingkungan

PENGUKURAN RISIKO
1.Dimensi yang diukur dalam pengukuran risiko:
a)Besarnya frekuensi kerugian : berapa kali terjadinya suatu kerugian selama periode tertentu dari data-data periode sebelumnya.
b)Tingkat kegawatan (severity) : keparahan atau kerugian yang berisiko dari total kekayaan, perkirakan nilai yang hilang.
Pengukuran risiko ini menggunakan konsep probabilitas (kemungkinan). Ada 2 cara perhitungan, yaitu tanpa bobot dan dengan bobot.
Contoh : kecelakaan motor di Padang selama tahun 2009 sebanyak 200 kali. 50 kali dari jumlah tersebut ditabrak mobil dan sisanya karena ditabrak sesama motor. Berapa probabilitas terjadinya kecelakaan motor ditabrak mobil?
•Tanpa bobot P(E) = 50/200 = 0,25.
•Pembobotan P(E) = 2X50/(2X50)+(1X150) = 0,4.
2.Analisis laporan keuangan
•Vertikal: ration aktiva (current assets, fixed assets)
•Horizontal: laporan keuangan 3 tahun terakhir

PENANGGULANGAN RISIKO
A.Risk Control (avoiding and minimizing)
1.Menghindari : menghindari harta, orang, dan kegiatan dari peril.
Caranya dengan menolak memiliki/menerima/melaksanakan kegiatan yang mengandung risiko.
2.Mengendalikan : untuk memperkecil peluang terjadi atau mengurangi dampak dengan pencegahan dan pengurangan dampak.
Program pengendalian berdasarkan sebab:
•Engineering approach , pengendalian pada sebab sebab fisik/mekanis
•Human relation approach, kecerobohan dll
3.Memisahkan : memisahkan penempatan harta dalam risiko yang sama. Tujuannya untuk memperkecil kemungkinan dan mengurangi kerugian.
4.Kombinasi : menambah exposure unit dalam batas kendali usaha. Tujuannya untuk law of the large number (kerugian dapat diramalkan).
5.Memindahkan : aktivitas dipindahkan ke pihak lain

B.Risk Financing
1.Asuransi
2.Retensi : penyediaan dana untuk penanggulangan kemungkinan terjadi risiko.
Banyak alasan perusahaan melakukan retensi, seperti biaya yang dikeluarkan lebih rendah daripada membayar premi ke asuransi,, pertimbangan biaya, dll.

ASURANSI
Asuransi adalah suatu perjanjian, dimana seorang penanggung (insurer) mengikatkan diri pada tertanggung (insured) dengan menerima suatu premi, untuk memberi penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan, yang mungkin diderita karena suatu peristiwa yang tidak tertentu. (KUHP 246).
Macam-macam asuransi :
1.Menurut sifat : sosial (jemkeskin), wajib (jasa raharja di kendaraaan bermotor), sukarela (Bumiputera, PT. Jiwasraya, dll).
2.Menurut jenis objek : asuransi orang (asuransi kesehatan, asuransi hari tua, dll) dan umum (asuransi pengangkutan barang, asuransi penerbangan, dll).
3.Menurut jenis perusahaan (UU No.2 tahun 1992) : asuransi umum/kerugian, asuransi jiwa, asuransi sosial, reasuransi.
Prinsip-prinsip asuransi :
1.Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan)
Harus ada kepentingan yang jelas untuk diasuransikan, artinya jika sebuah peristiwa menimbulkan kerugian pada seseorang, maka orang yang bersangkutan punya kepentingan terhadap kerugian itu.
2.Proximate Cause
Sesuatu yang dijamin adalah penyebab aktif yang disebutkan dalam kerugian. Misalnya sebuah rumah diasuransikan yang di sebelahnya ada pohon tinggi besar. Petir menyambar pohon dan pohon langsung hancur menimpa rumah. Pada perjanjian disebutkan bahwa rumah jika tersambar petir, akan diberikan ganti rugi oleh perusahaan asuransi, walaupun petir tidak secara langsung menyambar rumah. Maka, prinsip ini berlaku.
3.Subrigation
Pengalihan hak untuk memperoleh pergantian dan proses secara hukum ke perusahaan asuransi.
4.Utmost Good Faith
Prinsip adanya itikad baik dengan saling percaya untuk tidak saling mencari keuntungan. Sebelum kontrak asuransi ditandatangani, calon tertanggung harus membuat pernyataan (representasi).
5.Indemnity
Prinsip bahwa yang diasuransikan akan dikembalikan pada posisi sesaat sebelum kejadian. Maka tidak akan melebihi kerugian sebenarnya.

Sumber: Buku Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi (Soeisno)M

Selasa, 11 Januari 2011

‘ADAMUL HIQDI WAL HASAD

Sahabat, tahukah apa arti ‘ADAMUL HIQDI WAL HASAD? Ci sempat mencoba mencari penjelasan tentang ini dengan bertanya ke Om Google, tidak ada jawaban yang memuaskan. So, Ci sudah posting tentang ‘ADAMUL HIQDI WAL HASAD. Silakan lihat di sini

Minggu, 02 November 2008

Lembaga Ekonomi

A. Pengertian Lembaga dan Organisasi Sosial
Lembaga social adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
Organisasi social adalah suatu unit social yang sengaja dibentuk dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Perwujudan lembaga social berupa organisasi sosial. Asosiasi atau organisasi social mempunyai peraturan, ketentuan dan tata tertib yang disebut lembaga social. Lembaga sosial bersifat tidak tampak/abstrak, organisasi bersifat nyata/konkret.

B. Lembaga Ekonomi
1. Pengertian
Lembaga ekonomi ialah pranata yang mempunyai kegiatan bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat.
2. Fungsi, tujuan dan peranan lembaga ekonomi
Fungsi lembaga ekonomi:
• Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
• Memberi pedoman untuk barter dan jual beli barang
• Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja dan cara pengupahan
• Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja
• Memberi identitas diri bagi masyarakat
Tujuan lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.

3 unsur penting dalam kegiatan ekonomi:
1. Produksi
• Ekstraktif : memungut/mengambil langsung dari alam tanpa mengubah sifat dan bentuk barang
• Agraris : dengan mengolah tanah untuk menanam tumbuh tumbuhan
• Industri : dengan mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi
• Jasa : penyediaan dan layanan bagi orang lain
• Perdagangan : bergerak dibidang jual beli barang, sehingga terjadi perpindahan hak milik.
2. Distribusi dan pemasaran

C. Pola Politik Ekonomi
1. Sisitem feodalisme: sepreangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda, dan hak penggunaan tanah.
Feodalisme menempatkan menempatkan posisi petani penggarap dan kaum bangsawan secara diskriminatif. Sisitem ini berlaku sebelum abad ke-20.
2. Sistem merkantilisme: sisitem ekonomi yang Negara bertanggung jawab mengendalikan dan mengarahkan segenap kegiatan ekonomi termasuk melarang masuknya seseorang yang memiliki keterampilan atau mata pencarian satu ke mata pencarian lain.
3. Sistem kapitalisme: reaksi system merkantilisme, kebebasan pemilik modal untuk mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme modern saat ini menganut prinsip pemupukan modal, penciptaan usaha dan ekspansionalisme, seperti Amerika Serikat.
4. Sistem komunisme: paham yang menempatkan partai tunggal dan dictator sebagai wakil rakyat. Semua koordinasi ekonomi ditentukan oleh Negara atau partai yang berkausa.tidak ada peluang untuk bersaing bebas, seperti Kuba dan Korea Utara.
5. Sistem sosialisme: system untuk merombak masyarakat kea rah persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk kesejahteraan masyarakat. Paham ini muncul sebagai reaksi dari ketidakpuasan dan ketimpangan pemilikan modal dan ketidakadilan dari industrialisasi dan kapitalisme.

C. Krisis Ekonomi Global 2008
Singkatnya, krisis ekonomi AS terjadi menurut kompas karena penumpukan hutang nasional AS yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang Irak dan Afghanistan, dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock, UBS, Mitsubishi UF.
Krisis ekonomi Amerika dimulai dengan pelonggaran peraturan pengucuran kredit bank oleh pemerintah yang menyebabkan kredit bank bisa diakses dengan lebih mudah oleh orang dengan kualifikasi yang tidak meyakinkan dan juga oleh orang yang sebenarnya punya banyak hutang lain. Kebijakan ini juga mendorong spekulasi berlebihan atas properti yang menyebabkan harga properti melambung tinggi hanya dalam waktu beberapa tahun rent apartment juga jadi naik tiap tahun satu waktu, harga2 ini tidak bisa lagi dijangkau oleh pasar, akhirnya penjualan rumah dan apartment merosot drastis, padahal tadinya dibeli dengan hutang utk dijual lagi dengan harga tinggi. Jadilah kredit macet yang buntutnya krisis keuangan di bank yang sekarang mulai terasa di sector riil. Dampaknya belum separah krisis Asia. Yang terkena PHK, para karyawan badan keuangan penyalur kredit atau kontraktor properti yang kehilangan pekerjaan. Dampak yang lain adalah banyak orang tiba-tiba terlilit hutang bank dan rumah mereka yang buat spekulasi tadi disita oleh bank dan dijual murah.. tapi sedikit demi sedikit krisis ini sudah mulai terasa terutama di pasar saham. Harga indeks saham amerika merosot tajam.
Sebuah perusahaan yang go public di Amerika dituntut untuk meningkatkan laba hingga 20 persen tiap tahunnya. Tentang bagaimana caranya, CEO dan direktur yang akan mengaturnya. Pemilik perusahaan atau pemegang saham tidak mau tau yang penting harga saham naik dan laba terus meningkat.
Mengapa harga saham harus selalu naik, alasannya adalah jika saham dijual maka harga saham harus lebih tinggi dari harga saham saat membeli. Dan mengapa laba harus naik? alasannya jika saham tidak dijual maka setiap tahunnya mereka bisa mendapat pembagian laba atau deviden yang bertambah banyak.
Sehingga CEO (chief executive officer) selalu mencari cara untuk melakukan 2 hal di atas tadi. Alasannya agar tetap dapat mempertahankan jabatan dan gaji dan bonus yang selalu meningkat. CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali gaji Presiden Bush. Sehingga antara pemegang saham dan CEO menemukan sumbu temu untuk mendapatkan 2 hal di atas.
Berbagai cara dilakukan hingga melibatkan pelaku politik, banyak kebijakan yang memungkinkan perubahaan aturan dan undang-undang untuk memungkinkan segala cara para CEO tersebut. Bagi pelaku politik keuntungannya adalah mendapatkan dana kampanye dan dukungan.
Dengan cara ini ekonomi AS berkembang pesat, semua orang mampu membeli kebutuhan hidup. Sehingga AS memerlukan banyak barang. Jika tidak bisa dibuat di dalam negeri maka pesan dari negara lain. Maka tak heran China memiliki cadangan devisa terbesar yaitu 2 triliun USD karena memasok banyak barang ke AS.
Sudah 60 tahun AS membesarkan perusahaan seperti itu, yang merupakan bagian dari ekonomi kapitalis sehingga AS menjadi penguasa dunia. Tapi itu belum cukup, segala hal harus yang terbaik, terkomputerisasi, bonus yang sudah besar harus dibuat lebih besar lagi. Disinilah ketamakan AS terlihat.
Ketika semua orang sudah membeli rumah, seharusnya tidak ada lagi perusahaan penjual rumah. Namun kenyataannya perusahaan harus meningkatkan penjualan untuk mendapatkan pertumbuhan laba. Maka dicarilah jalan agar rumah terjual lebih banyak. Jika orang sudah memiliki rumah maka diciptakan agar kucing dan anjing juga memiliki rumah. Termasuk mobil.
Namun ketika kucing dan anjing sudah memiliki rumah, siapa lagi yang harus membeli? Maka di tahun 1980, Pemerintah AS mengeluarkan keputusan ‘Deregulasi Kontrol Moneter’, intinya dalam kredit rumah, perusahaan real estate diperbolehkan menggunakan variable bunga. Artinya boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini merupakan peluang besar bagi perusahaan real estate, broker, asuransi dan keuangan.
Maka, Amerika memberlakukan Paket penyelamatan ekonomi (baillout) Amerika Serikat (AS) senilai US$ 700 miliar, yang disetujui Kongres AS, pada Jumat (3/10), akan menciptakan sentimen positif di pasar keuangan dan pasar modal global. Meski demikian, krisis sektor keuangan, yang dikhawatirkan membawa perekonomian AS menuju resesi masih tetap mengancam perekonomian global, seiring dengan meningkatnya angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dan turunnya produksi sektor manufaktur di negeri adi daya itu.

D. Dampak Bagi Indonesia
Dampak negative krisis ekonomi global pada Indonesia ialah karena pembiayaan kegiatan investasi di Indonesia (baik oleh pengusaha dalam maupun luar negeri) akan terus menciut, penyerapan tenaga kerja melambat dan akibatnya daya beli masyarakat turun-yang akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Harga saham perusahaan dalam negeri pun menurun drastis dan nilai mata uang Indonesia menurun disbanding dolar yang menguat.
Pemerintah mengatakan bahwa krisis ekonomi global yang berdampak ke Indonesia ini tidak akan separah krisis moneter 1997-1998 lalu. Krisis ekonomi saat itu sangat parah karena terjadi political crisis, harga minyak turun hingga 20 dolar/barel, kekeringan panjang karena El Nino dan pergolakan konflik di beberapa daerah.
Upaya pemerintah ialah pembentukan tim khusus yang merupakan sinergi antara pemerintah, perbankan, dan dunia usaha guna mengantisipasi dampak krisis ekonomi global terhadap Indonesia. Pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar domestik, demi mengantisipasi dampak jangka menengah panjang krisis tersebut. Harus ada sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pemerintah siap menghadapi krisis perekonomian AS. Pemerintah dapat memulainya dengan mengatur aliran dana besar yang berpotensi masuk ke negara berkembang, seperti Indonesia, pascapaket penyelamatan (baillout) Pemerintah AS senilai US$ 700 miliar cair. Dengan cara itu, para pemodal akan melirik negara berkembang untuk menempatkan dananya, karena kondisi pasar keuangan tergolong aman dan berpengalaman terhadap krisis. Kalangan usaha juga menginginkan pemerintah secara hati-hati mengendorkan kebijakan uang ketat dan membuat prioritas produk-produk andalan Indonesia yang tetap mendapat dukungan dari perbankan. Kalau tidak, produktivitas akan menurun dan akan ada unemployment. Pemerintah juga diminta untuk diversifikasi pasar ke Timur- Tengah dan Rusia dan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dalam bentuk investasi langsung.

Selain itu, pemerintah dapat melakukan pendekatan kepada korporasi besar yang terkait langsung dengan transaksi bernilai besar, baik di sektor ekspor-impor, pasar modal, serta pasar keuangan (valas). Tujuannya untuk meredam, jangan dibiarkan bebas. Karena dana tersebut, berpotensi menimbulkan krisis, seperti krisis likuiditas yang menimpa sektor perbankan saat ini.
Dengan kebijakan yang tepat, pemerintah dapat menghambat aliran dana itu, baik yang masuk maupun keluar, sehingga tidak berpengaruh besar terhadap instrumen keuangan lokal.


Sumber:
1. Sosiologi Esis: Kun Maryati
2. www.antara.co.id
3. www.pinara.net
4. www.beritasore.com
5. Kompas